Juuichi; Eleven
11 dibaca sebelas bukan satu satu. Angka
yang terdiri dari dua angka tunggal. Lurus unik, dan mistis. Sebuah nomor yang
kan kuingat saat aku tak sengaja berkunjung, dan kita pertama kali bertemu. Sebuah
angka yang aku temukan saat aku tahu usiamu baru tujuh belas.
Beberapa orang berbaju putih lagi-lagi mengintrupsi
pandanganku. Mencoba meredakan kegelisah dan kesakitamu. Ada apa ?
“Kenapa
kau mulai memperhatikanku saat sebelas ?”
Laki-laki itu tak bersuara. Bergeming
dari balik sel berbau besi. Selalu mengacuhkanku begitu saja, meski mata kami
bertemu pandang.
Kumohon berhentilah berharap padaku.
Kita berbeda.
Sebuah kertas terlipat kau biarkan
keluar sel, Warnanya sedikit lusuh dan tak rapi. Tapi meski begitu aku masih
bisa jelas membaca apa yang ada disana.
Hari berikutnya ketika aku datang berkunjung,
kau duduk membelakangiku. Kau menghindari pandanganku. Ada apa ? aku ingin
berkata, namun aku malu untuk sekedar bertanya.
Kau mendekat dari balik sel. Berdiri mencegkram
besi pembatas diantara kita.
“Aku
sudah bilang untuk berhenti. Mengapa kau tak mengerti ?”
“…“
“Dunia
kita berbeda Nona. Tidakkah kau perhatikan sekelilingmu ? hanya aku yang bisa
melihatmu. Karena itulah aku disini.”
Kenapa
? kata itu yang tertelan dalam pikiranku. Sebuah penolakan dan faktanya Dia
benar, kami tak akan pernah bisa bersama. Aku akan berhenti berharap, meski itu
akan membunuhku.
11 berikutnya aku melihatmu berlumur
darah. Mungkinkah kau memutuskan untuk membuat kita sama ? Namun kenapa kau
lagi-lagi memilih 11 ?
FIN
Komentar
Posting Komentar