6 Cara mengatasi sakit hati


Sakit hati itu pada dasarnya emang manusiawi, dan kita manusia gak bisa lepas dari perasaan itu. Cuma bedanya ada yang secara terang-terangan memperlihatkan ada pula yang menendam rasa sakit itu. Kalau di jabarakan sakit hati itu sebuah rasa yang muncul sebagai akibat dari tidak terimanya diri kita dengan respon orang disekitar yang bisa menimbulkan perpecahan. Kalau dibiarkan berlarut perasaan itu bisa merusak diri kita sendiri loh ! kenapa ? bayangkan jika kita menanggung beban itu sendirian saat oranglain yang menyakiti justru enjoy dalam hidupnya. Gaenak banget kan ? Maka dari itu sebisa mungkin sakit hati itu harus dihilangkan. Supaya hidup lebih tentram dan nyaman. Gak mesti harus dibalas dengan perbuatan yang sama kok. Kalau dibalas dengan hal yang sama berarti kita sebrengsek orang yang menyakiti kita dong ! ups..



Cara yang pertama itu coba introspeksi diri atau bahasa islaminya muhasabah diri.
Terkadang permasalahan itu muncul sebagai akibat daripada kesalahan dari sikap kita yang tidak kita sadari. Jangan dulu terpancing emosi dan menyalahkan orang lain. Kalau kepala kita dingin, seenggaknya kita bisa berpikir jernih dan memikirkan alasan orang tersebut menyakiti kita. Mungkin maksudnya baik, hanya penyampaiannya saja yang tidak mengenakan. Kalau sudah dapat sisi positifnya, kita bisa menerima dan menyimpannya menjadi sebuah kritikan untuk memajukan hidup kita


Sebisa mungkin jangan sampai punya rasa iri hati dan dengki. Ini nih cara kedua yang sulit banget kita hilangkan. Kita masing-masing punya angan yang tinggi, orang lain pun demikian. Dan apabila kita menerima hasil yang tidak sepadan sedangkan oranglain mendapatkannya. Sakit hati bukan ? nah, sifat iri dan dengki inilah yang melatarbelakangi itu semua. Sifat ini hanya akan membuat kita tidak tenang hidup, selalu merasa kurang, dan yang terpenting tidak mensyukuri apa yang kita dapat dan apa yang kita miliki. So, sedikit demi sedikit kurangi sifat ini ya

Ketiga, Jauhkan diri dari amarah dan keras hati. Ini serius loh. Karena ketika kita sedang dilanda kemarahan, kita tidak lagi berpikir dengan logika. Segala yang tindak tanduk kita terkendalikan oleh nafsu. Dan lagi ya, kalau sampai amarah kita bercampur dengan keras hati. Bisa dipastikan deh, ujung-ujungnya masalah tidak akan selesai. Yang ada malah memperkeruh dan kita malah bermusuhan.

Pupuk sifat pemaaf. Kedengarannya enteng, diucapnya pendek tapi dikerjainnya ? Susah minta ampun. Tapi ya, memang sih. Api aja kalah sama air yang lemah. Apa bedanya sama sakit hati yang bisa luntur dengan maaf. Sang pencipta aja masih mau kok memaafkan kesalahan hambanya, tapi kita yang notabene diciptain sebagai manusia sebetulnya gak punya hak buat sombong dan gak mau maafin. Justru karena gak mudah itulah timbal baliknya kekita juga besar. Coba deh biar hati kita bisa lapang.


Berperasangka baik, kunci selanjutnya. Sebenarnya masalah yang datang dan bertubi-tubi melanda kita itu karena kita sendiri selalu punya praduga buruk. Belum apa-apa judge ini itu yang ujung-ujungnya bikin hidup kita malah tambah gak nyaman.


Terakhir itu Ikhlas. Well, sering ya kita dengan “Aku ikhlas kok.” Tapi belum tentu apa yang terucap dari bibir sama dengan niatan dalam hati. Bukan berarti menjudge juga. Tapi memang kata ini ringan diucap sulit dilakukan. Orang yang punya sifat ini cenderung tidak terlalu duniawi. Dikasih nikmat dia syukuri di kasih musibah dia sabar. Karena orang yang punya sifat ini tahu kalau apa yang ditimpakan dalam hidupnya semua sudah diatur dan memang untuk kebaikan dia juga.


And the last, “Memaafkan itu adalah bentuk tertinggi dari rasa cinta dan kasih. Jika sudah mampu melakukannya kamu bisa jauh dari namanya sakit hati dan menjalani hari dengan hati bersih. Memang sulit  memberi cinta pada orang yang jelas-jelas menyakiti. Tapi, kita juga tidak akan bisa bahagia dengan sempurna kalau belum bisa memberi maaf.”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 cara mengatasi galau

I Think I am in Love

SC-RT 17